E-Business

 

E-Business atau Electronic business dapat didefinisikan secara luas sebagai proses bisnis yang bergantung pada sebuah sistem terotomasi. Pada masa sekarang, hal ini dilakukan sebagian besar melalui teknologi berbasis web memanfaatkan jasa internet. Terminologi ini pertama kali dikemukakan oleh Lou Gerstner, CEO dari IBM.”

Nah bisa di bayangin betapa menariknya E-bussiness, selama masih ada yang namanya koneksi internet segala aktifitas bisnis bisa dijalankan, gak peduli waktunya siang, malam, sore atau bahkan subuh.

Contoh: Kalau aku punya barang yang bisa dijual, sekarang gak susah-susah ngeluarin keringat buat buka lapak di pasar senen atau ribet-ribet nyewa toko di mangga dua dengan harga selangit, cukup dengan media elektronik kayak internet, telepon/handphone, email dll, semua aktifitas bisnis bisa dijalankan dengan sangat mudah di jaman yang serba cepat sekarang ini, semua orang sudah mulai meninggalkan cara-cara yang ribet buat melakukan transaksi, kalau ada cara yang lebih mudah ngapain dibuat susah.

Dari sisi konsumen kalau mau melakukan pembelian apapun sekarang ini, gak usah susah-susah lagi berpanas-panas ria sampai meleleh atau berjam-jam kena macet di jalan buat beli handphone, komputer atau baju dan sepatu sekalipun, semuanya sudah bisa dilakukan lewat penggunaan internet baik itu melalui handphone atau komputer mau pesan makanan? Gampang tinggal SMS atau Telepon aja dan gak lama kemudian barang pesanan akan segera datang, begitu hebatnya ya teknologi itu.

Dari sisi penjual juga sama menguntungkannya, tinggal pasang iklan lewat internet bikin website semenarik mungkin dengan gambar menggoda dan kemudahan cara bertransaksi atau kirim iklan lewat email, jadi deh mereka menjalankan bisnisnya dari rumah masing-masing, hal ini juga berlaku untuk perusahaan-perusahaan dalam memperkenalkan produk-produk yang mereka miliki, tinggal menunggu orderan yang datang aja.

Sayangnya kegiatan E-Business terbatas hanya untuk orang-orang yang melek teknologi saja, karena gak semua orang benar-benar bisa mempergunakan kecanggihan teknologi untuk memudahkan transaksi bisnis mereka, walaupun demikian menurut sebuah survey ternyata pengguna internet di Indonesia sudah mencapai kurang lebih 25 juta pengguna, sebuah angka yang fantastis, hanya saja pengguna terbesar disinyalir berasal dari Jabodetabek.

Waw dapat dilihat dong dari data ini berarti Indonesia mempunyai peluang yang cukup bagus di bidang E-business, sayangnya gak semua daerah di Indonesia bisa menikmati kemudahan bertransaksi karena terhalang infrastruktur yang ada, mudah-mudahan 5-10 tahun kedepan setiap daerah yang terpencil di Indonesia sudah bisa menggunakan teknologi dalam setiap transaksi mereka, selain itu nggak semua orang bisa menggunakan internet, jangankan menggunakan internet, yang gak bisa mengoperasikan komputer aja masih banyak, benar-benar kenyataan yang bikin merinding, padahal kalau semua kegiatan bisnis bisa diubah menjadi kegiatan e-business, wah kayaknya bakal seru nih kelihatannya, gak kebayang  juga sih kalau para ibu-ibu dan pedagang mau beli sayur aja bisa lewat belanja online, bisa-bisa pasar induk jadi sepi.

Kekurangan lainnya adalah calon pembeli gak melihat langsung barang-barang yang akan mereka beli, jadi bagi para calon pembeli diharap kudu hati-hati dalam berbelanja online, jangan sampai kayak beli kucing dalam karung.

Ada satu lagi nih kekurangan kalau bertransaksi lewat internet di Indonesia, gak semua ISP menyediakan koneksi yang lumayan cepat, terkadang untuk buka website aja nunggunya sampai berdarah-darah dulu baru kebuka halaman websitenya, belum juga sempat transaksi malah sudah ilfil duluan nungguin koneksinya yang lebih lambat daripada siput berjalan itu, tapi kalau nantinya semua transaksi dilakukan melalui internet yang diakses dari rumah masing-masing.