Suatu ketika seorang wanita hidup di perkotaan untuk mencari ilmu dan karir dalam hidup, hari demi hari dilewati dengan penuh perjuangan untuk mencapai kesuksesan.

Orang tuanya selalu mendukung dan menyemangati untuk mendapatkan hasil yang lebih baik daripada orang tuanya untuk anaknya.

Dan ketika kesuksesan itu sudah di dapat, banyak pria yang mengantri untuk menjadi pasangan hidupnya walaupun sang wanita tersebut sudah mempunyai kekasih.

Lalu ketika seseorang bertanya kepada salah satu pria yang ingin menjadi pasangan hidupnya; Mengapa anda ingin menjadi pasangan hidupnya, bukankah anda tahu dia sudah mempunyai kekasih? Dan pria tersebut menjawab; Ya, saya memang tahu dia sudah mempunyai kekasih, tapi belum tentu kekasihnya akan menjadi pasangan hidupnya dan kekasihnya belum tentu lebih baik daripada saya. Seseorang tersebut bertanya kembali; Lantas anda akan merusak hubungannya dengan kekasihnya, untuk memuluskan niat anda? Dan seseorang tersebut menjawab kembali; Tidak, saya tidak seperti itu, saya akan mendekatinya hanya sebatas teman selama dia masih bersama kekasihnya, tapi jika dia dan kekasihnya kelak akan menjadi pasangan hidup, saya akan mencari yang lain.

Begitulah pendapat mereka ketika seseorang bertanya kepada salah satu pria yang mengantri ingin menjadi pasangan hidupnya.

Namun tidak sedikit juga pria yang hanya mengagumi wanita tersebut tanpa ada maksud apa-apa.

Dan ketika seseorang bertanya kepada salah satu pria yang mengagumi wanita tersebut; Anda menyukainya? Kenapa anda tidak mencoba mendekatinya? Kemudian pria tersebut menjawab; Ya, tentu saja saya menyukainya, karena saya tidak bisa sukses seperti dia. Dan seseorang tersebut bertanya kembali dengan pertanyaan yang hampir sama; Kenapa anda tidak mencoba mendekatinya? Seperti pria yang lain? Lalu pria tersebut menjawab kembali; Saya lebih baik hanya mengaguminya daripada mendekatinya, saya merasa kasihan dengannya jika dia mendapatkan pendamping hidup seperti saya. Kemudian seseorang tersebut bertanya kembali; Apakah anda tidak ingin mendapatkan keberuntungan? Anda tidak pernah tahu sebelum mencoba. Dan pria tersebut menjawab kembali; Tetap saja saya merasa kasihan dengannya, jika saya mendapatkan keberuntungan berarti dia tidak mendapat keberuntungan.

Begitulah pendapat mereka jika ditanya dengan salah satu penggemar wanita tersebut.

Dan seiring berjalannya waktu, wanita tersebut menjalani kehidupan kesehariannya seperti biasanya.

Tapi dibalik itu semua, ada juga yang membenci wanita tersebut (tidak lain dari golongan wanita juga).

Dan ketika seseorang bertanya kepada salah satu wanita yang membencinya; Anda kelihatan tidak suka dengannya, apa anda membencinya? Lalu wanita tersebut menjawab; Ya, aku memang tidak suka dengannya, karena pria-pria pada mendekatinya, termasuk pria pujaan hatiku. Kemudian seseorang tersebut bertanya kembali; Kenapa anda tidak bisa seperti wanita itu tanpa harus membencinya/mengganggunya? Kemudian wanita tersebut tidak bisa menjawab.

Begitulah jika ditanya kepada orang-orang yang syirik dengan wanita sukses tersebut.

Hari demi hari, langkah demi langkah wanita sukses tersebut tetap menjalani hidup seperti biasanya.